Pengalaman Aktivasi Nomor Smartfren yang 6 Bulan Kadaluarsa

Ang Rifkiyal

Beberapa hari ke belakang saya berkunjung ke gerai Smartfren yang ada di BEC Bandung. Bukan tanpa tujuan, saya ke sana untuk memulihkan nomor kontak smartfren saya yang sudah 6 bulan tidak aktif atau kadaluarsa karena tidak diisi pulsa.

Tadinya nomor tersebut mau saya hanguskan dengan diganti nomor baru. Namun dipikir-pikir, sudah banyak orang yang tahu nomor tesebut. Apalagi nomornya dipakai oleh istri untuk kontak whatsappnya. Jadi akan ribet jika berganti nomor yang baru.

Akhirnya, saya datang ke gerai Smartfren yang ada di BEC Bandung sebagai pilihan untuk mengembalikan nomor yang sudah lama tidak aktif tersebut.

Setelah agak berkeliling mencari gerainya, akhirnya saya menemukannya. Lokasinya ada di lantai LU, di area gedung BEC yang baru.

Pengalaman Aktivasi Nomor Smartfren yang 6 Bulan Kadaluarsa
Berfoto di depan gerai Smartfren BEC Bandung.


Ketika datang, saya langsung disambut satpam penjaga gerainya. Setelah saya utarakan maksud dan tujuan saya, akhirnya saya diarahkan ke CS perempuan yang menurut saya cukup ramah.

Di sana, selain saya ditanya nama, saya ditanya permasalahan saya. Lagi-lagi saya jelaskan maksud dan tujuan saya, dan CS-nya langsung mengerti.

Ia meminta saya untuk menyebutkan nomor yang akan diaktivasi untuk diperiksa apakah masih bisa diaktivasi atau tidak. Dan setelah ia mengecek di layar komputernya, ia bilang bahwa kartu saya sudah terlalu lama kadaluarsa, namun katanya masih bisa diaktivasi.

Hanya saja jika diaktivasi kembali, nomor saya tersebut tidak bisa lagi digunakan sebagai nomor prabayar, melainkan menjadi nomor pascabayar. Dan saya harus membayar nominal Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) untuk biaya aktivasi serta paket yang otomatis terisi.

Awalnya saya sempat bingung, karena saya belum faham layanan pascabayar yang nanti akan digunakan. Namun setelah dijelaskan sekilas (meski tidak terlalu mengerti-mengerti banget), dan demi menyelamatkan nomor yang sudah terlanjur diketahui banyak orang di whatsapp, akhirnya saya setujui.

Untuk persyaratannya, saya hanya diminta KTP dan fisik kartu SIM yang akan diaktivasi, serta menuliskan nomor email, nama ibu kandung, dan kontak keluarga yang beda alamat. Selanjutnya saya diminta menunggu kurang lebih sepuluh menit.

Spot foto gerai Smartfren BEC Bandung.
Saat menunggu aktivasi di gerai Smartfren BEC Bandung.

Setelah menunggu, akhirnya saya dipanggil lagi. Saya diberitahu bahwa aktivasi telah seleasi.

Saya diminta mendownload aplikasi MySmartfren agar lebih mudah mengecek paket dan layanan pascabayar dari hape. Saya dijelaskan beberapa informasi yang bisa saya dapatkan dari aplikasinya.

Sampai sana, proses aktivasi sudah selesai.

Sebelum pulang, saya sempatkan berfoto terlebih dahulu di depan gerainya.

Oh iya, saya ditemani istri dan kedua anaknya, Zainu dan Azalia.

(Ang Rifkiyal)